TOT Sospem Mahasiswa Baru

Sistem pendidikan nasional menuntut Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk melakukan penyesuaian dan pemantapan tugas dan peranannya, agar mampu menjawab dan mengantisipasi tantangan zaman dan perkembangan masyarakat, serta arus globalisasi. Mahasiswa selaku penerus bangsa harus dipersiapkan untuk mengatasi hal tersebut dengan dipandu oleh pengajar yang kompeten.

Perlunya mahasiswa baru mengenal sistem pembelajaran di kampus, agar mereka dapat menempuh studi dengan baik di perguruan tinggi. Untuk itu Lembaga Penjaminan Mutu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan Training of Trainer Sosialisasi Pembelajaran (Sospem) yang akan berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jum’at (1-3/8).

Kegiatan ini diikuti oleh dosen UIN Sunan Kalijaga selaku fasilitator Sospem untuk mahasiswa baru mulai tingkat sarjana (S-1) sampai dengan magister (S-2) dan doctor (S-3). Hadir sebagai narasumber pelatihan Dr. H. Waryono, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama), Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A, (Wakil Rektor I UNY), Dr. Das Salirawati, M.Si. (Dosen UNY) dan Tim Center for Teaching Staff Development (CTSD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam paparannya, Dr. Waryono menyampaikan pesan Menteri Agama ke seluruh Satker (Satuan Kerja) di Kemenag, baik pendidikan maupun non pendidikan, tentang pengarusutamaan moderasi agama.

WR Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ini meminta kepada para dosen selaku fasilitator Sospem agar lebih fokus membimbing dan mendampingi serta memfasilitasi tumbuh-kembangnya minat-bakat mahasiswa milenial, melalui tiga cara penguatan, yaitu pertama, Learning Skills; keterampilan yang digunakan agar mahasiswa selalu dapat mengembangkan diri melalui proses belajar yang berkelanjutan. Kedua, Thinking Skills;keterampilan yang dibutuhkan pada saat mahasiswa berpikir untuk memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari, melalui pelatihan peningkatan kemampuan menyelesaikan persoalan dan pengambilan keputusan. Ketiga, Living skills; keterampilan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Prof. Margana mengingatkan bahwa learning outcome perguruan tinggi seharusnya menghasilkan lulusan yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah; kreatif dan inovatif; komunikatif dan kolaboratif. Tujuan pendidikan tinggi termanifestasi dalam empat pilar pendidikan menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yakni learning to know, learning to be, learning to do, learning to live together.

Pada abad 21 ini, setidaknya ada empat kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa, yaitu kemampuan belajar dan berinovasi, kemampuan literasi digital, kecakapan hidup, serta berkarakter dan bermoral. Semua itu membutuhkan konfigurasi nilai sosial kultural dan psikologis yang meliputi olah pikir, olah hati, olah raga dan olah rasa atau karsa, tutur Prof. Margono.

Narasumber lainnya, Dr. Das Salirawati menyampaikan bahwa Indonesia sedang melakukan pembenahan di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan sebagai penentu maju dan mundurnya suatu negara. Hal ini bertujuannya untuk memperbaiki proses penyelenggaraan pendidikan agar peserta didik memiliki kemampuan dalam beradaptasi dengan perubahan IPTEK dan tuntutan dunia kerja.

Menurutnya, para pendidik di era globalisasi sekarang ini juga dituntut mampu membekali anak didik dengan nilai-nilai karakter terpuji. Pendidikan karakter ini tidak cukup hanya disampaikan tetapi juga harus melalui keteladanan bagi anak didiknya. Selain itu, pendidik juga dituntut mampu mentransfer sejumlah keterampilan, sehingga anak didik terbekali keterampilan yang memadai sebagai wujud dari kemampuan psikomotoriknya. “Hal ini penting bagi pendidik, sebab di era globalisasi, pendidik tidak cukup hanya dengan transfer of knowledge, tetapi juga harus dengan transfer of value dan transfer of skill” tambahnya.

Selain mendapat materi dari para narasumber, para dosen juga praktek secara langsung sosialisasi pembelajaran mahasiswa baru di kampus yang dipandu oleh Tim CTSD. Diantara materi yang disampaikan dan dipraktikkan oleh Tim CTSD adalah paradigma pendidikan tinggi dan core values, sistem pembelajaran, dan pengembangan soft skill mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Khabib/humas)

Berita Terkait

Berita Terpopuler