Tag Archives: pelayanan

Sosialisasi Dan Kerjasama Uin Sunan Kalijaga – Kanwil Kementerian Agama DIY

Bertempat di aula Kanwil Kementerian Agama DIY, pada tanggal 26 Februari 2013 telah dilaksanakan acara sosialisasi dan kerjasama antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Kanwil Kementerian Agama DIY. Acara tersebut dimaksudkan untuk mensosialisasikan program UIN Sunan Kalijaga dalam rangka meningkatkan perannya bagi pengembangan mutu madrasah. Dengan dihadiri oleh kepala dan guru perwakilan madrasah se-DIY baik negeri maupun swasta, acara ini dibuka langsung oleh Drs.H.Noor Hamid, M.Pd.I, selaku Kabid Mapenda Kanwil Kementerian Agama DIY. Dalam sambutannya Kabid Mapenda menyampaikan bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga di DIY, termasuk melakukan MoU dengan Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan Sosialisasi Laboratorium Terpadu UIN Sunana Kalijaga di Kanwil Kemenag DIY

Dalam acara sosialisasi tersebut, hadir 4 unit kerja UIN Sunan Kalijaga yakni Laboratorium Terpadu, Prodi Perpustakaan, Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga, dan SMEC (Science and Math Education Center) Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga.

Direktur Laboratorium Terpadu, DR.M.Ja’far Luthfi, M.Si, dalam presentasinya menyampaikan bahwa Laboratorium Terpadu dalam mengoptimalkan fungsinya telah dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung kegiatan akademik dan penelitian, serta berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanan yang dibuktikan dengan diperolehnya sertifikat ISO 17025. Dihadapan lebih dari 140 Kepala Madrasah, Direktur Laboratorium Terpadu juga menyampaikan program kegiatan pengabdian masyarakat seperti layanan praktikum, pengelolaan laboratorium, magang tenaga laboratorium, jasa analisis sampel, serta sertifikasi kepala laboratorium sekolah/madrasah yang sampai saat ini telah dilaksanakan sebanyak 4 angkatan sejak tahun 2011, ungkap dosen peraih gelar doctor pertama di Fakultas Saintek ini.
Selain sertifikasi kepala laboratorium, juga disosialisasikan program sertifikasi kepala perpustakaan oleh Tafrikhudin, M.Pd selaku kaprodi Ilmu perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.  Prodi Ilmu perpustakaan juga melayani pelatihan otomasi perpustakaan serta PKL dan PPL mahasiswa ke sekolah.

Sementara itu, Joko Purwanto, M.Sc selaku ketua SMEC memberikan keleluasaan bagi madrasah untuk menjadi mitra UIN Sunan Kalijaga. SMEC akan memberikan pendampingan secara intensif dalam rangka peningkatan mutu madrasah.
Presentasi terakhir oleh staf Laboratorium Agama yang akan menyelenggarakan sertikasi kepala Laboratorium Agama yang saat ini materi dan pola dalam penyempurnaan.

Acara yang diliput oleh TVRI Jogja ini mendapat perhatian dari peserta yang ke depannya nanti akan menindaklanjuti program yang telah disampaikan UIN Sunan Kalijaga. Madrasah mengharapkan agar produk yang telah dihasilkan sebagai bahan pendukung pembelajaran, dapat disalurkan kepada madrasah guna meningkatkan pemahaman siswa. Pada sesi terakhir acara, pengawas Madrasah Aliyah wilayah Sleman yang turut hadir dalam acara sosialisasi tersebut, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UIN Sunan Kalijaga bahwa di Kementerian Agama ada institusi yang akan memajukan Madrasah, pungkasnya.

Pelatihan Sekuensing DNA di Laboratorium Terpadu

Kegiatan Pelatihan Sekuensing DNA

DNA merupakan suatu unit terkecil dari makhluk hidup yang merupakan pembawa sifat keturunan. Analisa DNA banyak digunakan untuk karakterisasi sifat genetik pada level molekuler yang secara langsung mencerminkan sifat genotip (materi genetik) yang dimiliki oleh organisme tertentu.  Tahapan  untuk  melakukan  analisis  DNA  dimulai  dari  ekstraksi DNA,  PCR, dan   elektroforesis. Selanjutnya dapat juga dilakukan sekuensing atau analisis fragmen. Aplikasi analisis fragmen DNA seperti analisis microsatellite (identifikasi paterniti, identifikasi forensik, analisis trisomi), gene expression profilling dan deteksi mutasi.

Gerak cepat dilakukan oleh Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kalijaga. Setelah mendapat sertifikat akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai Laboratorium Penguji (LP-635-IDN) di ruang lingkup sekuensing DNA hasil purifikasi, dilakukan Pelatihan Sekuensing DNA dengan tujuan meningkatkan skill bagi calon analis baru dan menambah jumlah personil di ruang lingkup pengujian sekuensing DNA. “Dengan Pelatihan Sekuensing DNA ini, diharapkan juga dapat memberikan jaminan dan kualitas layanan pengujian yang memuaskan pelanggan”, papar Dony Eko Saputro, S.Pd.I. selaku Manajer Mutu.

Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Kamis – Jum’at (31/1 – 1/2) bertempat di Laboratorium Genetika Laboratorium Terpadu dengan menghadirkan Ir. Temmy Desiliyarni, M.Si. expert dari PT. Laborindo Sarana Jakarta dengan diikuti oleh PLP di lingkungan Laboratorium Terpadu. Pelatihan dimulai dengan penyampaian teori seputar DNA dan dilanjutkan dengan praktek, meliputi PCR target user, purifikasi produk PCR, cycle sequencing menggunakan PCR target user dan kontrol DNA pGem, purifikasi produk cycle sequencing, membuat sample file dan injection list, running sequencing, analisa data dan interpretasi.

Analis senior dalam ruang lingkup pengujian ini, Festy Auliyaur Rahmah, S.Si. mengatakan, “Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan alat ABI PRISM® 310 Genetic Analyzer yang didukung alat Thermal Cycler-BioRad, microcentrifuge, micropipette dan vortex”. Laboratorium Terpadu yang mengemban fungsi layanan publik, menerima sampel untuk diuji dalam ruang lingkup ini. Selama ini sampel yang telah dianalisis berupa DNA produk PCR yang berasal dari tumbuhan, hewan, bakteri dan jamur serta DNA plasmid. “Pelanggan dapat menyerahkan sampel berupa DNA produk PCR yang telah dipurifikasi disertai foto elektroforesis dan primer yang digunakan dengan konsentrasi dan volume sesuai ketentuan. Dan pelanggan akan dikenai biaya Rp 250.000,00 per sampel,” tambahnya.

“Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, Laboratorium Terpadu akan mengadakan pelatihan dasar molekuler untuk deteksi kehalalan pangan berbasis DNA dan pelatihan sekuensing DNA untuk akademisi dan kalangan umum,” tutup Dony Eko Saputro. (a154)