Penyusunan Standar Mutu UIN Sunan Kalijaga

Bertempat di Hotel Pyrenees Sosrowijayan Kamis 29 Oktober 2015 tim lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga yang dipimpin Dr. Fakhri Husein melakukan pembahasan dan penyusunan draf pedoman standar mutu pendidikan tinggi. Dalam arahannya Fakhri mengingatkan bahwa standar mutu menjadi landasan utama bagi pencapaian kinerja perguruan tinggi, oleh karena itu monitoring dan evaluasi bagi implementasi sasaran mutu perlu terus dilakukan, baik melalui kegiatan audit mutu internal (AMI) maupun audit mutu eksternal (AME) baik yang dilakukan oleh TUV Rheinland maupun Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT). Rapat pembahasan dan penyusunan draf standar mutu yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 tersebut berhasil menyusun standar pendidikan, standar penelitian dan standar pengabdian masyarakat, yang masing-masing terdiri dari delapan standar mutu.

Standar Nasional Pendidikan meliputi: Standar isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidikan dan tenaga kependidikan, Standar sarana dan prasarana, Standar pengelolaan, Standar pembiayaan dan Standar penilaian pendidikan. Secara terperinci, fungsi dan tujuan standar nasional pendidikan adalah; sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu serta untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

Standar isi UIN Sunan Kalijaga adalah cakupan materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan Diploma, S1, S2 dan S3. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah bagian dari Standar Nasional Pendidikan yang merupakan kriteria kompetensi lulusan minimal yang fungsinya untuk menentukan kelulusan peserta didik pada setiap satuan pendidikan, serta arah peningkatan kualitas pendidikan. Standar pendidikan dan tenaga kependidikan adalah kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kriteria minimum tentang ruang belajar, fasilitas umum, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, serta sumber belajar lainnya. Standar Pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasional satuan pendidikan yang berlaku selama satu semester. Standar Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar, sedangkan evaluasi pendidikan adalah pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap program studi sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan (bdi/lpm).